Syafaat berarti "pertolongan untuk menyampaikan pertolongan (kepada Tuhan): barang pintanya dikabulkan Allah subhanahu wa taala dengan berkat ~ Nabi s.a.w." Menurut al-Qur'an, syafaat hanya berlaku di akhirat. Dari awal lagi, manusia telah dimaklumkan iaitu syafaat tidak akan diterima, dan tidak juga bermanfaat, di akhirat kelak. Firman-Nya,
"Dan takutilah kamu akan satu hari apabila sesuatu jiwa tidak dapat membela jiwa yang lain sedikit pun, dan syafaat (pengantaraan) tidak diterima daripadanya, dan tidak juga sebarang keimbangan diambil daripadanya, dan tidak juga mereka ditolong." (QS Al Baqarah 2:48)
"dan tidak bermanfaat syafaat (pengantaraan) kepadanya" (QS Al Baqarah 2:123)
Daripada ayat-ayat itu difahamkan bahawa syafaat adalah suatu pembelaan atau pertolongan kepada sesuatu jiwa pada "suatu hari". Bersama syafaat, yaitu jiwa lain dan keimbangan, juga disangka dapat memberi pertolongan kepada sesuatu jiwa nanti.
Syafaat tidak diterima dan tidak bermanfaat kerana pada hari itu tidak akan ada syafaat, dan jual beli, dan persahabatan, untuk menolong. Tidak ada pertolongan langsung daripada mana-mana pihak. Ayat yang memberi penjelasan selanjutnya berbunyi,
"satu hari yang padanya tiada jual beli, dan tiada persahabatan, dan tiada juga syafaat (pengantaraan); dan orang-orang yang tidak percaya -merekalah orang-orang yang zalim." (QS Al Baqarah 2:254)
Sebab tidak diadakan syafaat, yang datang dari selain Allah, ialah supaya manusia benar-benar bertakwa kepada-Nya - benar-benar takut kepada-Nya, dengan menuruti segala perintah dan larangan-Nya. Dengan adanya (ajaran) syafaat, manusia tidak menjadi begitu takut kepada Allah, lalu lalai daripada perintah-Nya, kerana menyangka mereka akan ditolong oleh pihak-pihak tertentu.
Bagaimana dengan keyakinan adanya syafaat Nabi di Akherat kelak, seperti dalam beberapa hadist berikut:
Hadist Shahih Bukhari No. 75 Jilid I
Dari Abu Hurairah ra.: katanya ada orang bertanya kepada Rasulullahsaw., “Siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafaat (pertolongan) Anda di hari kiamat?” Jawab Rasulullah, “Saya kira, Hai Abu Hurairah, belum ada orang bertanya perkara ini kepadaku sebelum ini. Mungkin barangkali karena saya lihat engkau sangat rakus mendapatkan hadist. Orang yang paling beruntung mendapat pertolonganku di hari kiamat, ialah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah, benar-benar ikhlas dari hati sanubari dan seluruh jiwanya.”
Hadist Shahih Bukhari No. 261 Jilid I
Dari Jabir bin Abdullah ra. Katanya, Rasulullah saw pernah bersabda: “Aku diberi Allah swt. Lima perkara yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun dari Nabi-Nabi sebelumku:
1. Aku dimenangkan Allah swt. Dengan menggetarkan hati musuh-musuhku sejauh sebulan perjalanan (sebelum aku berhadapan dengannya)
2. Bumi dijadikan bagiku sebagai tempat sholat (masjid) dan sebagai alat untuk bersuci (tayyamum); karena itu dimana saja umatku mendapatkan waktu sholat maka hendaklah ia sholat ketika itu juga
3. Dihalalkan bagiku harta rampasan perang
4. Nabi-nabi sebelumku diutus khusus untuk kaumnya sja, sedangkan aku diutus untuk manusia seluruhnya, dan
5. Diberikan Allah kepadaku Syafa’at (pertolongan dan perlindungan).”
Dalam Al Qur’an, pemberi atau yang mempunyai Syafaat adalah Allah swt., sedangkan makhluk hanya memiliki hak meminta permohonan dikabulkannya syafaat Tidaklah mengingkari permohonan syafaat Rasulullah saw, tetapi syafaat ini tidak akan terjadi melainkan dengan keizinan dan ridho Allah.
Firman Allah swt dalam Al Ambiya 21:28:
Artinya: Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
Dan juga firmanNYA Surat Al Baqarah 2:255 :
Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
Bahkan barang siapa menyakini adanya pemberi syafaat selain Allah berarti mereka mempersekutukan Allah (Musyrik), demikian Firman Allah dalam Surat Yunus 10:18
Artinya Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada Kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?" Maha suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).
Allah memerintahkan kepada kita untuk yakin bahwa hanya Allah-lah pemilik syafaat, dalam QS Az Zumar 39:44
Artinya: Katakanlah: "Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. kemudian kepada- Nyalah kamu dikembalikan"
Ditegaskan lagi dalam QS Yunus 10:3, Allah menjelaskan tidak ada seorangpun yang mampu memberi syafaat kecuali sesudah mendapatkan izin dari-Nya, Rasulullah pun hanya mempunyai hak untuk memintakan permohonan syafaat, bukan pemberi syafaat, hanya Allah yang memutuskan permohonan syafaat itu dikabulkan atau tidak.
Artinya: Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, Maka sembahlah Dia. Maka Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment