Aqidah (Lanjutan)
25. Teori Poltiik Islam
a. Mendirikan Negara Islam atau membangun masyarakat Islam?
b. Seputar Islam, menggunakan Al Qur'an sebagai dasar negara
c. Cara memilih pemimpin dalam keluarga, masyarakat dan negara
26. Iman, Hijrah, Jihad
a. Makna Iman
b. Faktor penentu Iman (10:100)
c. Kriteria Iman yang Benar
d. Makna Hijrah (8:72-78)
e. Keharusan Hijrah
f. Hijrah Rasulullah saw.
g. Makna Jihad fi Sabilillah
h. Tiga Bentuk Jihad
i. Urgensi Jihad
27. Mengapa umat Islam mengalami kemunduran
a. Perpecahan politik (25:30)
b. Meninggalkan Al Qur'an (17:36)
c. Taklid buta
d. Masa Keemasan dan kemunduran umat Islam
e. Perpecahan-perpecahan dalam Islam, sejarah dan dampaknya.
28. Bekal menghadapi Alam Barzah/Kematian
a. Jangan memubadzirkan umur (23:100)
b. Maksimalkan amal kebaikan, jangan sampai Raport amal KOSONG (18:103-106)
c. Segera taubat, sebelum jal menjemput (4:18)
d. Perbaiki amal shalih, jangan sampai yang kita anggap amal shalih itu ternyata tidak salih menurt Allah swt. (35:37)
29. Antara Filsafat dan Agama
a. Makna filsafat
b. Makna Addien (Agama)
c. Keterikatan dan keterpisahan antara filsafat dan agama.
II. SYARI'AH - IBADAH, MUAMALLAH & AKHLAK (Selanjutnya... Insya Allah)
Islam - Qur'an & Sunnah
Kembali kepada Islam yang bersandarkan kepada Al-Quran dan Hadits Rasulullah SAW, bersama mengajak ummat memeluk islam secara kaffah dalam akhlaq, aqidah, ibadah dan muamallah
Jul 14, 2011
Jul 12, 2011
Silabus Pengkajian Islam Komprehensif/Holistik Qur'an - Sunnah (4)
Aqidah (lanjutan...)
19. Kristologi
a. Prinsip-prinsip Agama Kristen (Perjanjian Lama & Baru)
1. Trinitas
2. Ketuhanan Yesus
3. Dosa Waris
4. Yesus Anak Allah
5. Penebusan dosa
b. Siapa yang menciptakan Kristen (Kisah Rasul 11:22-26)
c. Kapan dan siapa yang melantik Yesus menjadi tuhan
d. Yesus disalib? Terkutuk?
e. Allah itu Esa
f. Yesus itu Nabi
g. alasan menuhankan Yesus
h. Inti ajaran Yesus "Tauhid"
i. Yesus itu Islam
- Zakat (Ulangan 14:22)
- Puasa (Matius 4:6 - 6:16-18 -17:21)
- Wudlu (Keluaran 40:30-33)
- Sholat (Bilangan 16:20-22 ; Yoshua 5:14)
- Riba (Ulangan 25:19)
- Poligami (Kejadian 16:13 ; I Samuel 27:3)
20. Aliran sesat dalam Islam
Ahmadiyah - Syi'ah - Islam Jama'ah - Inkarus Sunnah - NII - Islam Sejati - JIL
21. Proses Penciptaan alam semesta menurut Al-Qur'an, Astronomi, Astromologi
22. Proses Penciptaan Manusia
a. Proses penciptaan Adam
b. Reproduksi manusia
23. Jin , Syaithan, dan Iblis (QS 7: 12 & 15)
a. Diciptakan dari api
b. Tidak mati sampai hari Qiyamat
c. Perbedaan antara: Jin, Syaithan, Iblis
d. Untuk tugas-tugas apa, Allah menciptakan Jin, Syaithan dan Iblis?
e. Masyarakat Jin
24. Kehidupan Akhirat
a. Peristiwa hisab di Padang Masyar
b. Buku catatan amal dibagikan
c. Vonis ditetapkan atas hasil timbangan
d. Di Syurga kekal
e. Di Neraka kekal
25. Teori politik Islam (selanjutnya...)
19. Kristologi
a. Prinsip-prinsip Agama Kristen (Perjanjian Lama & Baru)
1. Trinitas
2. Ketuhanan Yesus
3. Dosa Waris
4. Yesus Anak Allah
5. Penebusan dosa
b. Siapa yang menciptakan Kristen (Kisah Rasul 11:22-26)
c. Kapan dan siapa yang melantik Yesus menjadi tuhan
d. Yesus disalib? Terkutuk?
e. Allah itu Esa
f. Yesus itu Nabi
g. alasan menuhankan Yesus
h. Inti ajaran Yesus "Tauhid"
i. Yesus itu Islam
- Zakat (Ulangan 14:22)
- Puasa (Matius 4:6 - 6:16-18 -17:21)
- Wudlu (Keluaran 40:30-33)
- Sholat (Bilangan 16:20-22 ; Yoshua 5:14)
- Riba (Ulangan 25:19)
- Poligami (Kejadian 16:13 ; I Samuel 27:3)
20. Aliran sesat dalam Islam
Ahmadiyah - Syi'ah - Islam Jama'ah - Inkarus Sunnah - NII - Islam Sejati - JIL
21. Proses Penciptaan alam semesta menurut Al-Qur'an, Astronomi, Astromologi
22. Proses Penciptaan Manusia
a. Proses penciptaan Adam
b. Reproduksi manusia
23. Jin , Syaithan, dan Iblis (QS 7: 12 & 15)
a. Diciptakan dari api
b. Tidak mati sampai hari Qiyamat
c. Perbedaan antara: Jin, Syaithan, Iblis
d. Untuk tugas-tugas apa, Allah menciptakan Jin, Syaithan dan Iblis?
e. Masyarakat Jin
24. Kehidupan Akhirat
a. Peristiwa hisab di Padang Masyar
b. Buku catatan amal dibagikan
c. Vonis ditetapkan atas hasil timbangan
d. Di Syurga kekal
e. Di Neraka kekal
25. Teori politik Islam (selanjutnya...)
Label:
aliran sesat,
kehidupan akhirat,
kristen,
kristologi,
penciptaan alam,
penciptaan manusia,
yesus
| Reaksi: |
Jul 5, 2011
Silabus Pengkajian Islam Komprehensif/Holistik Qur'an - Sunnah (3)
Aqidah (lanjutan)
13. Kematian
a. Makna mati menurut Islam
b. Kebanyakan orang, mati dalam keadaan menyesal (39:42 - 31:33-34)
c. Sebab-sebab penyesalan (23:99-100)
d. Apa yang dialami sesudah mati? (35:37)
e. Kewajiban yang hidup terhadap yang mati (40:46)
14. Ujian/ Cobaan
a. Fungsi ujian/cobaan (29:2-3)
b. Berbagai jenis ujian (21:35)
c. Mengapa Allah menguji? Lulus dan tidak lulus ujian...
d. Ujian terakhir (67:2)
15 Qiyamat
a. Tanda-tanda qiyamat (27:82)
b. Peristiwa terjadinya qiyamat (14:33 - 81:1-4)
c. Akan terjadi qiyamat
d. Apa kegunaan qiyamat > amal baik-tujuan hidup-optimis
f. Istilah lain dari qiyamat (30:56 - 64:9)
16. Al Qur'an
a. Apakah Al Qur'an itu?
b. Apa arti beriman kepada Al Qur'an
c. Kapan Al Qur'an diturunkan? (97:1)
d. Ayat pertama dan terakhir (96:1-5) & (5:3)
e. Apa isi Al Qur'an
f. Al Qur'an sebagai mu'jizat
g. Untuk apa Al Qur'an diturunkan?
h. Apa keistimewaan Al Qur'an dibanding Kitab-Kitab sebelumnya? (15:9)
i. Al Qur'an sebagai wahyu Allah (29:48)
j. Relevansi Al Qur'an dengan perkembangan jaman
17. Al Hadist
a. Definisi Al Hadist
b. Makna Al Hadist
c. Fungsi Al Hadist (16:44, 64)
d. Hadist shahih dan Dhoif/lemah (46:9)
f. Perbedaan Al Qur'an dan Al Hadist
g. mengapa ada kelompok Islam menolak Al Hadist (Inkar sunnah) (6:38)
h. Sejarah kodifikasi Al Hadist
i. Apakah Hadist Qudsi?
j. 16 Hadist Mardud
k. Apakah Haidst-hadist dhoif boleh diamalkan?
l. Apa sikap kita terhadap hadist-hadist maudlu? (39:18)
18. Kitab-Kitab Allah
a. Wajib beriman kepada Taurat-Zabur-Injil (2-4)
b. Isi Taurat dan Injil banyak dipalsukan (2:75-79)
c. Ayat-ayat mana yang dipalsukan?
19. Kristologi ... (Selanjutnya... Insya Allah)
13. Kematian
a. Makna mati menurut Islam
b. Kebanyakan orang, mati dalam keadaan menyesal (39:42 - 31:33-34)
c. Sebab-sebab penyesalan (23:99-100)
d. Apa yang dialami sesudah mati? (35:37)
e. Kewajiban yang hidup terhadap yang mati (40:46)
14. Ujian/ Cobaan
a. Fungsi ujian/cobaan (29:2-3)
b. Berbagai jenis ujian (21:35)
c. Mengapa Allah menguji? Lulus dan tidak lulus ujian...
d. Ujian terakhir (67:2)
15 Qiyamat
a. Tanda-tanda qiyamat (27:82)
b. Peristiwa terjadinya qiyamat (14:33 - 81:1-4)
c. Akan terjadi qiyamat
d. Apa kegunaan qiyamat > amal baik-tujuan hidup-optimis
f. Istilah lain dari qiyamat (30:56 - 64:9)
16. Al Qur'an
a. Apakah Al Qur'an itu?
b. Apa arti beriman kepada Al Qur'an
c. Kapan Al Qur'an diturunkan? (97:1)
d. Ayat pertama dan terakhir (96:1-5) & (5:3)
e. Apa isi Al Qur'an
f. Al Qur'an sebagai mu'jizat
g. Untuk apa Al Qur'an diturunkan?
h. Apa keistimewaan Al Qur'an dibanding Kitab-Kitab sebelumnya? (15:9)
i. Al Qur'an sebagai wahyu Allah (29:48)
j. Relevansi Al Qur'an dengan perkembangan jaman
17. Al Hadist
a. Definisi Al Hadist
b. Makna Al Hadist
c. Fungsi Al Hadist (16:44, 64)
d. Hadist shahih dan Dhoif/lemah (46:9)
f. Perbedaan Al Qur'an dan Al Hadist
g. mengapa ada kelompok Islam menolak Al Hadist (Inkar sunnah) (6:38)
h. Sejarah kodifikasi Al Hadist
i. Apakah Hadist Qudsi?
j. 16 Hadist Mardud
k. Apakah Haidst-hadist dhoif boleh diamalkan?
l. Apa sikap kita terhadap hadist-hadist maudlu? (39:18)
18. Kitab-Kitab Allah
a. Wajib beriman kepada Taurat-Zabur-Injil (2-4)
b. Isi Taurat dan Injil banyak dipalsukan (2:75-79)
c. Ayat-ayat mana yang dipalsukan?
19. Kristologi ... (Selanjutnya... Insya Allah)
Label:
Al Quran,
cobaan,
hadist jibril,
hari akhir,
Injil,
Kematian,
kitab Allah Taurat,
qiyamat,
ujian,
Zabur
| Reaksi: |
Jul 1, 2011
Silabus Pengkajian Islam Komprehensif/Holistik Qur'an - Sunnah (2)
AQIDAH (Lanjutan)
7. Malaikat
a. Wajib beriman kepada Malaikat (2:285 - 4:136)
b. Malaikat sebagai makhluk immaterial
Ciri-ciri :
1. Kelompok makhluk Allah yg tertinggi (21:26)
2. Terbuat dari cahaya Shahih Muslim (SM) No. 2512
3. Selalu taat kepada Allah swt. ( 66:6)
4. Skillnya terbatas (2:32)
5. Diciptakan lebih dahulu daripada manusia (2:30)
6. Menjelma dalam rupa manusia (19:16-17)
Tugas-tugas :
1. Pencatat amal perbuatan manusia (50:17-18)
2. Pengantar/penyampai wahyu Allah swt. ( 2:97 - 6:102)
3. Mencabut nyawa manusia (6:61 - 6:93)
4. Penjaga Surga (13:22-24)
5. Penjaga Neraka (40:49-50), dll
8. Rukh
a. Pengertian Rukh (15:29 - 17:85)
b. Ikrar Rukh (7:172)
c. Kematian identik dengan tidur panjang (39:42)
d. Diperlihatkan surga(nikmat)/neraka(siksa) Shahih Bukhari (SB No.1751 & SM No.2443
9. Wahyu
a. Pengertian Wahyu
b. Bermacam cara turunnya Wahyu (42:51)
c. Perbedaan antara Wahyu dan Ilham
d. Hikmah adanya 2 macam Wahyu (46:9 - 53:3-4)
10. Rasul-Rasul Allah swt.
a. Antara Rasul dan Nabi
b. Tugas-tugas para Nabi
- Mengajak bertauhid : rasul ada disetiap bangsa (16:36, 51)
- Penyampai Risalah (33:38-39)
- Penyampai kabar gembira dan peringatan (2:213)
- Uswatun hasanah (33:21)
c. Rasul-rasul dan nabi-nabi jumlahnya banyak , hanya yg disebut nama di alqur'an 25 rasul/nabi (40:78 - 4:164)
d. Nama-nama para Rasul (4:163-164)
11. Muhammad Saw Rasulullah
a. Dilantik menajdai Nabi (96:1-5)
b. Dilantik menjadi Rasul (74:1-4)
c. Rasulullah saw. untuk semua manusia/bangsa (34:28)
d. Ummi (buta huruf) yg dibimbing Allah melalui Jibril (7:158 - 29:48)
e. Mahsum
f. Uswatun hasanah (33:21)
g. Ucapannya sinkron dengan wahyu (46:9)
h. Rasul terakhir (33:40)
i. Wafatnya Muhammad saw. (3:144)
12. Isra' Mi'raj
a. Makna Isra' menurut etimologi dan terminologi
b. Mengapa Isra' ke Baitul Maqdis? (17:1)
c. Untuk apa Nabi Isra'?
d. Makna Mi'raj menurut etimologi dan terminologi
e. Untuk apa mi'raj? (53:13-18)
f. Hikmah mi'raj berkaitan dengan perintah sholat? (17:78)
g. Apakah sebelum mi'raj Nabi tidak sholat? (73:1-4)
h. Bagaimana sholatnya nabi-nabi sebelumnya? (40:55)
i. Kalau sudah sholat, bagaimana sholatnya?
j. Tawar-menawar jumlah sholat 50X menjadi 5X? (50:29)
13. Kematian (selanjutnya .....) Insya Allah...
| Reaksi: |
Jun 20, 2011
Silabus Pengkajian Islam Komprehensif/Holistik Qur'an - Sunnah (1)
I. AQIDAH
1. Makna Islam
Universal(16:36 - 42:13); Sempurna(5:3); Sesuai Fitrah(30:30); Agama resmi Allah(3:19,83); Otentik(15:9); International/Seluruh Umat manusia (34:28/7:158)
2. Lima aspek keterikatan Muslim terhadap Al-Islam
Menyakini Islam(3:19 / 48:28); Mengamalkan Islam(51:56); Mempelajari Islam(58:11); Mendakwahkan Islam(3:104 / 41:33); Membela Islam/Jihad dan Khobar dalam ber-Islam(29:69 / 49:15 / 29:2-3)
3. Mengenal Hakikat Manusia
Manusia sbg Basyar(18:110 / 3:47); Manusia sbg Insan (12:5 / 17:53); Manusia sbg An-nas(49:113 / 2:24); Manusia sbg Bani Adam(7:172 / 36:60); Peran hidup manusia(2:30 / 10:14); Tugas hidup manusia(11:61 / 33:72); Tujuan hidup manusia(6:162); Tuntutan hidup(33:21); Tujuan akhir hidup(2:201)
4. Makna Syahadatain
Makna etimologi & Makna Terminologi, termasuk sanksi dan taubat pelaku syirik(4:48 / 39:65 / 66:8)
5. Mengenal Allah Swt
Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah (6:103 / 7:180)
6. Antara Jahiliyah dan Islam
Lima kondisi Jahiliyah (Pra-Baats) : Ananiyah(25:43-44 / 45:23); Fanatik tradisi(2:170 / 31:21); Musyrik (43:87 / 39:3); Fanatisme Kekabilahan; Mengingkari kehidupan akhirat(36:78 / 56:47-48)
Lima kondisi Islam (Pasca Baats) : Hakikat manusia (2:30 / 51:56); Pembentukan pribadi muslim Kaffah(2:208); Tauhid mutlak(20:114 / 98:5) Ukhuwah Islamiyah(49:13); Kehidupan akhirat(2:28
(Insya Allah Lanjut di sessi berikutnya....Wallahu'alam bi shawab)
1. Makna Islam
Universal(16:36 - 42:13); Sempurna(5:3); Sesuai Fitrah(30:30); Agama resmi Allah(3:19,83); Otentik(15:9); International/Seluruh Umat manusia (34:28/7:158)
2. Lima aspek keterikatan Muslim terhadap Al-Islam
Menyakini Islam(3:19 / 48:28); Mengamalkan Islam(51:56); Mempelajari Islam(58:11); Mendakwahkan Islam(3:104 / 41:33); Membela Islam/Jihad dan Khobar dalam ber-Islam(29:69 / 49:15 / 29:2-3)
3. Mengenal Hakikat Manusia
Manusia sbg Basyar(18:110 / 3:47); Manusia sbg Insan (12:5 / 17:53); Manusia sbg An-nas(49:113 / 2:24); Manusia sbg Bani Adam(7:172 / 36:60); Peran hidup manusia(2:30 / 10:14); Tugas hidup manusia(11:61 / 33:72); Tujuan hidup manusia(6:162); Tuntutan hidup(33:21); Tujuan akhir hidup(2:201)
4. Makna Syahadatain
Makna etimologi & Makna Terminologi, termasuk sanksi dan taubat pelaku syirik(4:48 / 39:65 / 66:8)
5. Mengenal Allah Swt
Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah (6:103 / 7:180)
6. Antara Jahiliyah dan Islam
Lima kondisi Jahiliyah (Pra-Baats) : Ananiyah(25:43-44 / 45:23); Fanatik tradisi(2:170 / 31:21); Musyrik (43:87 / 39:3); Fanatisme Kekabilahan; Mengingkari kehidupan akhirat(36:78 / 56:47-48)
Lima kondisi Islam (Pasca Baats) : Hakikat manusia (2:30 / 51:56); Pembentukan pribadi muslim Kaffah(2:208); Tauhid mutlak(20:114 / 98:5) Ukhuwah Islamiyah(49:13); Kehidupan akhirat(2:28
(Insya Allah Lanjut di sessi berikutnya....Wallahu'alam bi shawab)
Label:
islam,
kajian,
kurikulum islam,
silabus islam
| Reaksi: |
Jan 30, 2011
Asal muasal Lafazh Ushalli (Niat sholat)
Dikutip dari buku "Soal-Jawab tentang berbagai masalah agama Jilid 2 / A. Hassan" halaman 425 Bab Lafazh ushalli?
Soal : Tuan H.M. Thaib bin Umar Jenied, Samalanga, berkata di karangan yang bernama: "Dinding syubat" yang mana bahwa melafadzkan niat itu adalah warid (tersebut) di hadiest Nabi s.a.w., kemudian di situ dia menerangkan dalilnya seperti yang berikut ini, ... yang artinya:
" Tatkala Nabi saw. duduk beserta shahabat2nya di masjid, tiba2 datanglah Fatimah padanya, sambil bertanya dari hal shalat Ashar. Maka beliau bersabda: "Bilanglah engkai (begini): " Aku shalat fardhlu 'Ashar empat rakaat tunai karena Allah yang Maha Mulia, dan bilanglah pula "Aku shalar fardhlu Zhuhur empat rakaat tunai karena Allah yang Maha Mulia".
Betulkah ini kata hadiest di Bukhari dan Muslim?
JAWAB:
Di fashal melafadzkan niat itu sudah pernah dimuat di PI no.1 hal.27 dengan keterangan yang jelas sekali, bahwa hukumnya itu bid'ah, yang tidak pernah dikerjakan oleh Nabi kita saw. dan semua sahabat2nya, dan ulama, tabi'in dan lebih2 oleh imam-imam yang empat seperti: Abu Hanifah, Malik, Syafi'i dan Ahmad bin Hambal.
Adapun dalil yang dikatakan oleh Tuan H.M. Thaib itu bukan hadist (perkataan) Nabi saw. dan tidak termuat di Kitab Bukhari atau Muslim, dan tidak pula termuat dimana saja kitab hadist yang dikenal oleh semua ulama2 penganjur ashlul hadist, tidak dengan isnat yang shahih atau dhaif.
...
Hadist palsu tentang 'Ushalli" itu sepanjang pengetahuan kami, dibuat oleh seorang yang bernama Haji USman yang sudah pernah tinggal di Bandung dan sekarang tinggal di Tanah Abang Jakarta dengan nama kalau tidak salah, Haji Usman Farigi (perak) yang baru-baru ini, mengeluarkan sebuah kitab yang mengatakan orang mati itu bisa diajar.
Kitab yang ia bikin dengan tulisan tangannya sendiri memuat hadist ushalli ada di tangan ahli "Persatuan Islam" Bandung.
Sesudah itu kami membaca suatu kitab bernama" aiqadhul manam ....", karangan Haji Muhammad Yasin bin Haji Abd. Ganie. Rawa, Batu Sangkar, Minangkabau.
Di Kitab itu, ada tersebut hadist palsu tadi dengan sedikit perobahan.
Pengarang itu, kalau betul seorang manusia yang ada atau pernah ada, ya dia tahu sendiri tempatnya. Kalau nama Haji Yasin itu tidak ada orangnya, kami percaya kitab itu dicetak di Singapura oleh Haji Usman yang tersebut di atas tadi.
Kaum Muslimin harus waspada, orang yang membawa-bawa hadist ushalliitu, perlu dituntut supaya ia perlihatkan tempatnya dari Bukhari.
(Hal. 423-425, cetakan ke XIV, tahun 2006)
Soal : Tuan H.M. Thaib bin Umar Jenied, Samalanga, berkata di karangan yang bernama: "Dinding syubat" yang mana bahwa melafadzkan niat itu adalah warid (tersebut) di hadiest Nabi s.a.w., kemudian di situ dia menerangkan dalilnya seperti yang berikut ini, ... yang artinya:
" Tatkala Nabi saw. duduk beserta shahabat2nya di masjid, tiba2 datanglah Fatimah padanya, sambil bertanya dari hal shalat Ashar. Maka beliau bersabda: "Bilanglah engkai (begini): " Aku shalat fardhlu 'Ashar empat rakaat tunai karena Allah yang Maha Mulia, dan bilanglah pula "Aku shalar fardhlu Zhuhur empat rakaat tunai karena Allah yang Maha Mulia".
Betulkah ini kata hadiest di Bukhari dan Muslim?
JAWAB:
Di fashal melafadzkan niat itu sudah pernah dimuat di PI no.1 hal.27 dengan keterangan yang jelas sekali, bahwa hukumnya itu bid'ah, yang tidak pernah dikerjakan oleh Nabi kita saw. dan semua sahabat2nya, dan ulama, tabi'in dan lebih2 oleh imam-imam yang empat seperti: Abu Hanifah, Malik, Syafi'i dan Ahmad bin Hambal.
Adapun dalil yang dikatakan oleh Tuan H.M. Thaib itu bukan hadist (perkataan) Nabi saw. dan tidak termuat di Kitab Bukhari atau Muslim, dan tidak pula termuat dimana saja kitab hadist yang dikenal oleh semua ulama2 penganjur ashlul hadist, tidak dengan isnat yang shahih atau dhaif.
...
Hadist palsu tentang 'Ushalli" itu sepanjang pengetahuan kami, dibuat oleh seorang yang bernama Haji USman yang sudah pernah tinggal di Bandung dan sekarang tinggal di Tanah Abang Jakarta dengan nama kalau tidak salah, Haji Usman Farigi (perak) yang baru-baru ini, mengeluarkan sebuah kitab yang mengatakan orang mati itu bisa diajar.
Kitab yang ia bikin dengan tulisan tangannya sendiri memuat hadist ushalli ada di tangan ahli "Persatuan Islam" Bandung.
Sesudah itu kami membaca suatu kitab bernama" aiqadhul manam ....", karangan Haji Muhammad Yasin bin Haji Abd. Ganie. Rawa, Batu Sangkar, Minangkabau.
Di Kitab itu, ada tersebut hadist palsu tadi dengan sedikit perobahan.
Pengarang itu, kalau betul seorang manusia yang ada atau pernah ada, ya dia tahu sendiri tempatnya. Kalau nama Haji Yasin itu tidak ada orangnya, kami percaya kitab itu dicetak di Singapura oleh Haji Usman yang tersebut di atas tadi.
Kaum Muslimin harus waspada, orang yang membawa-bawa hadist ushalliitu, perlu dituntut supaya ia perlihatkan tempatnya dari Bukhari.
(Hal. 423-425, cetakan ke XIV, tahun 2006)
Label:
lafadz ushalli,
mengucap niat,
niat shalat
| Reaksi: |
Jan 20, 2011
Ingin lagi mengkaji dan berkomitmen dengan Islam
Komitmen terhadap Islam”, karena Islam itu bukanlah sekedar wacana, bukanlah sekedar nama dien yang tertulis didalam KTP semata-mata. Tidak!
Islam dan ‘aqidah Salafush Shoolih adalah sesuatu yang menuntut untuk diaplikasikan dalam amalan yang nyata dalam kehidupan kaum Muslimin sehari-harinya, sehingga ia dapat memperoleh buahnya berupa ketenangan jiwa, jauh dari kebimbangan, prasangka, was-was bisikan syaithoon serta hati yang sejuk karena keteguhan dirinya
QS AL Baqarah 2 : 112 Artinya:
“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allooh, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Robb-nya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
QS Al Hujuurat 49 : 15
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allooh dan Rosuul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allooh, mereka itulah orang-orang yang benar.”
Komitmen semakin dibutuhkan di zaman dimana Islam dianggap “asing” bahkan oleh kaum musliminnya sendiri
Yang menjadikan Islam itu berjaya di zaman orang-orang shoolih para pendahulu ummat ini, bukanlah kemajuan teknologi, namun yang menjadikan mereka itu berjaya adalah kekuatan Iman yang ada didalam dada-dada mereka serta kebersihan tauhid mereka terhadap Allooh سبحانه وتعالى, sehingga Allooh سبحانه وتعالى pun menolong mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin di muka bumi-Nya.
Musuh-musuh Allooh سبحانه وتعالى menyadari bahwa sulit bagi mereka melawan Islam, dikala kaum muslimin memiliki kekokohan ‘aqidah dan tauhid yang bersih terhadap Allooh سبحانه وتعالى, sehingga mereka pun melancarkan strategi untuk menggembosi Islam dari dalam.
Mereka berupaya dengan segala cara agar Islam hanyalah menjadi sekedar suatu Nama, namun kehilangan esensinya.
Mereka berupaya dengan segala cara agar walaupun jumlah kaum Muslimin itu banyak, tetapi bagaikan buih karena kaum muslimin yang jumlahnya banyak itu hidup bukan diatas dienul Islam lagi, namun hidup diatas budaya dan life style orang-orang kaafir. Oleh karena itu dieksporlah berbagai budaya kaafir seperti musik, tabarruj, ikhtilath (bercampur aduknya antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom), dsbnya yang telah mereka kemas sedemikian rupa melalui sarana-sarana hiburan seperti games, VCD, film-film di bioskop, dsbnya sehingga kaum muslimin (tanpa sadar) telah terkontaminasi oleh budaya kaafir tersebut sedari kecil, dan lambat laun kaum muslimin pun kehilangan jati dirinya.
Mereka berupaya dengan segala cara melakukan Al Ghozwul Fikri (Perang Pemikiran), sehingga kaum muslimin dibuat takut terhadap dien-nya sendiri (Islamophobia). Apabila ada orang-orang yang ingin teguh dalam menjalankan dienul Islam dengan berjilbab, bercadar, berjenggot, berpakaian yang tidak Isbal, maka dicitrakanlah mereka itu sebagai teroris, orang-orang yang radikal, dsbnya.
QS Ali Imran 3 : 103
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (dien) Allooh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allooh kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allooh mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allooh orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allooh menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allooh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
Jadi, berdasarkan ayat diatas maka persatuan ummat Islam itu akan tercapai bila mereka teguh diatas tali dien Allooh سبحانه وتعالى. Dimana tali dien Allooh سبحانه وتعالى itu adalah Allooh سبحانه وتعالى sendiri, Al Qur’an dan As Sunnah. Bersatunya ummat Islam ini adalah bila mereka mau kembali teguh diatas tauhid yang bersih kepada Allooh سبحانه وتعالى, serta memecahkan dan mengembalikan segala persoalan mereka berdasarkan dengan Al Qur’an dan As Sunnah.
QS. Az Zukhruf (43) ayat 43:
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Artinya:
“Maka berpegang teguhlah kamu kepada dien yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.”
Yang diwahyukan oleh Allooh سبحانه وتعالى adalah Al Qur’an. Dengan demikian, maka sikap teguh diatas Al Qur’an itu berarti kita berada diatas jalan yang lurus.
Dalam Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 168, dari Shohabat Sufyan bin ‘Abdillaah Ats Tsaqofy رضي الله عنه, beliau berkata, “Ya Rosuulullooh, katakan padaku tentang Islam satu perkataan saja dimana aku tidak lagi akan bertanya pada seorang pun setelahmu.”
Jawab Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم,
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ
“Katakan olehmu “Amantu billaah” (Aku beriman pada Allooh), kemudian istiqoomahlah.”
Perhatikanlah juga Hadits Riwayat Imaam Ad Daarimy no: 202, dimana menurut Syaikh Husein Salim Asaad sanadnya Hasan, dari Shohabat ‘Abdullooh bin Mas’uud رضي الله عنه. beliau bersabda,
خط لنا رسول الله صلى الله عليه و سلم يوما خطا ثم قال هذا سبيل الله ثم خط خطوطا عن يمينه وعن شماله ثم قال هذه سبل على كل سبيل منها شيطان يدعو إليه ثم تلا { وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه ولا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله
“Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menggariskan 1 garis dengan tangannya.
Lalu Rosuulullooh bersabda, “Ini adalah jalan Allooh yang lurus.”
Lalu Rosuulloooh menggambarkan banyak garis ke kanan dan ke kiri, lalu beliau kembali bersabda, “Ini adalah jalan-jalan. Tidak ada satu pun dari jalan-jalan ini, kecuali diatasnya ada syaithoon yang menyeru padanya.”
QS Al An’aam (6) ayat 153:
Artinya: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allooh kepadamu agar kamu bertaqwa.”
Mulailah berkomitmen dengan dien yang diridloi Allah swt.
Sumber : Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd
Islam dan ‘aqidah Salafush Shoolih adalah sesuatu yang menuntut untuk diaplikasikan dalam amalan yang nyata dalam kehidupan kaum Muslimin sehari-harinya, sehingga ia dapat memperoleh buahnya berupa ketenangan jiwa, jauh dari kebimbangan, prasangka, was-was bisikan syaithoon serta hati yang sejuk karena keteguhan dirinya
QS AL Baqarah 2 : 112 Artinya:
“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allooh, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Robb-nya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
QS Al Hujuurat 49 : 15
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allooh dan Rosuul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allooh, mereka itulah orang-orang yang benar.”
Komitmen semakin dibutuhkan di zaman dimana Islam dianggap “asing” bahkan oleh kaum musliminnya sendiri
Yang menjadikan Islam itu berjaya di zaman orang-orang shoolih para pendahulu ummat ini, bukanlah kemajuan teknologi, namun yang menjadikan mereka itu berjaya adalah kekuatan Iman yang ada didalam dada-dada mereka serta kebersihan tauhid mereka terhadap Allooh سبحانه وتعالى, sehingga Allooh سبحانه وتعالى pun menolong mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin di muka bumi-Nya.
Musuh-musuh Allooh سبحانه وتعالى menyadari bahwa sulit bagi mereka melawan Islam, dikala kaum muslimin memiliki kekokohan ‘aqidah dan tauhid yang bersih terhadap Allooh سبحانه وتعالى, sehingga mereka pun melancarkan strategi untuk menggembosi Islam dari dalam.
Mereka berupaya dengan segala cara agar Islam hanyalah menjadi sekedar suatu Nama, namun kehilangan esensinya.
Mereka berupaya dengan segala cara agar walaupun jumlah kaum Muslimin itu banyak, tetapi bagaikan buih karena kaum muslimin yang jumlahnya banyak itu hidup bukan diatas dienul Islam lagi, namun hidup diatas budaya dan life style orang-orang kaafir. Oleh karena itu dieksporlah berbagai budaya kaafir seperti musik, tabarruj, ikhtilath (bercampur aduknya antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom), dsbnya yang telah mereka kemas sedemikian rupa melalui sarana-sarana hiburan seperti games, VCD, film-film di bioskop, dsbnya sehingga kaum muslimin (tanpa sadar) telah terkontaminasi oleh budaya kaafir tersebut sedari kecil, dan lambat laun kaum muslimin pun kehilangan jati dirinya.
Mereka berupaya dengan segala cara melakukan Al Ghozwul Fikri (Perang Pemikiran), sehingga kaum muslimin dibuat takut terhadap dien-nya sendiri (Islamophobia). Apabila ada orang-orang yang ingin teguh dalam menjalankan dienul Islam dengan berjilbab, bercadar, berjenggot, berpakaian yang tidak Isbal, maka dicitrakanlah mereka itu sebagai teroris, orang-orang yang radikal, dsbnya.
QS Ali Imran 3 : 103
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (dien) Allooh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allooh kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allooh mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allooh orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allooh menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allooh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
Jadi, berdasarkan ayat diatas maka persatuan ummat Islam itu akan tercapai bila mereka teguh diatas tali dien Allooh سبحانه وتعالى. Dimana tali dien Allooh سبحانه وتعالى itu adalah Allooh سبحانه وتعالى sendiri, Al Qur’an dan As Sunnah. Bersatunya ummat Islam ini adalah bila mereka mau kembali teguh diatas tauhid yang bersih kepada Allooh سبحانه وتعالى, serta memecahkan dan mengembalikan segala persoalan mereka berdasarkan dengan Al Qur’an dan As Sunnah.
QS. Az Zukhruf (43) ayat 43:
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Artinya:
“Maka berpegang teguhlah kamu kepada dien yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.”
Yang diwahyukan oleh Allooh سبحانه وتعالى adalah Al Qur’an. Dengan demikian, maka sikap teguh diatas Al Qur’an itu berarti kita berada diatas jalan yang lurus.
Dalam Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 168, dari Shohabat Sufyan bin ‘Abdillaah Ats Tsaqofy رضي الله عنه, beliau berkata, “Ya Rosuulullooh, katakan padaku tentang Islam satu perkataan saja dimana aku tidak lagi akan bertanya pada seorang pun setelahmu.”
Jawab Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم,
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ
“Katakan olehmu “Amantu billaah” (Aku beriman pada Allooh), kemudian istiqoomahlah.”
Perhatikanlah juga Hadits Riwayat Imaam Ad Daarimy no: 202, dimana menurut Syaikh Husein Salim Asaad sanadnya Hasan, dari Shohabat ‘Abdullooh bin Mas’uud رضي الله عنه. beliau bersabda,
خط لنا رسول الله صلى الله عليه و سلم يوما خطا ثم قال هذا سبيل الله ثم خط خطوطا عن يمينه وعن شماله ثم قال هذه سبل على كل سبيل منها شيطان يدعو إليه ثم تلا { وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه ولا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله
“Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menggariskan 1 garis dengan tangannya.
Lalu Rosuulullooh bersabda, “Ini adalah jalan Allooh yang lurus.”
Lalu Rosuulloooh menggambarkan banyak garis ke kanan dan ke kiri, lalu beliau kembali bersabda, “Ini adalah jalan-jalan. Tidak ada satu pun dari jalan-jalan ini, kecuali diatasnya ada syaithoon yang menyeru padanya.”
QS Al An’aam (6) ayat 153:
Artinya: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allooh kepadamu agar kamu bertaqwa.”
Mulailah berkomitmen dengan dien yang diridloi Allah swt.
Sumber : Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd
Subscribe to:
Posts (Atom)
